Langsung ke konten utama

Langkah Halus Hasil Gonol



LANGKAH HALUS HASIL GONOL

________

Catatan ringan : ASE

________


Jam menunjukkan pukul 4 sore, aku barusan handak Bulik dari CBF setelah nginum segelas TEH TARIK acil Biah, beberapa meter ninggalin CBF datang buhan OM IG, OM SUBHAN, OM GOFUR, OM ISFI, Cs..menggawil aku agar jangan dulu Bulik tapi kembali ke kantin NEW CBF, Jar buhannya ikam bertanggung jawab OM ASE lah gegara tulisan ikam yang membranding CBF kami kesini ? Naham tepaksa ay kada jadi bulik.


Buhannya memesan singkong, pisang dan tempe goreng, sambil nyandar di bangku baru, kekanakan mahasiswa datang menghampiri kami : Maaf Pak Kami sudah habis stok nya !! naham hapus liur terpaksa buhan nginum kopi susu biah aja..(maksudnya minum kopi susu, Acil biah..! ) maaf salah menempatkan komanya. 😀


​Buhan pian kan rancak nih melewati sebuah sudut ruangan cbf ini berdebu, dan terasa "mati", lalu tiba-tiba beberapa hari ini tekajut kajut kita,  tempat itu berubah menjadi jantung yang berdenyut kencang ? Fenomena itulah yang kini tertangkap di selasar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).


​Awalnya, Pian tau sorang kalo,  ruangan itu hanyalah sebuah ruang antara. Seperti gudang yang terlupakan; sumpek, berdebu, dan jauh dari kata estetis. Padahal, ia berada tepat di titik strategis, dikelilingi ribuan mahasiswa yang hilir mudik setiap harinya. Sebuah potensi yang tertidur lelap di tengah riuhnya aktivitas akademis.


​Namun, lewat tangan dingin Dekan FEB beserta jajarannya, "gudang" itu mengalami metamorfosis. Bukan dengan kemewahan yang berlebihan, melainkan dengan sentuhan kepedulian. Ruangan dipoles, debu disingkirkan, bangku dan meja nyaman ditata sedemikian rupa. Kini, ia menjelma menjadi kantin sekaligus cafe yang hidup.


​Buhan kita awalnya kada begaduh, tapi ternyata  ada keajaiban

​Di ruangan ini tiba-tiba ada bangku rapi, ada meja rapi dan bersih, ada sekelompok mahasiswa yang mencoba peruntungan. Awalnya, mereka hanya "iseng" menjajakan pisang goreng, singkong goreng, tahu, tempe, hingga hangatnya Indomie rebus. Menu-menu sederhana yang akrab dengan lidah mahasiswa.


​Sebelum ruangan ini dipoles, wajah mereka seringkali dilingkupi ragu. Omzet yang kecil membuat semangat mereka nyaris padam. Ada rasa "ogah-ogahan" untuk melanjutkan. Namun, kenyamanan tempat ternyata mengubah segalanya. Ketika fasilitas diberikan, aura tempat itu mengundang siapa saja mahasiswa hingga dosen, setidak nya OM ASE cs, untuk sekadar mampir dan mencicipi.

​Dalam sebuah obrolan ringan, saya sempat bertanya, "Mbak, dengan adanya meja dan bangku yang nyaman ini, omzet kalian naik atau tetap ?"

​Jawabannya sungguh di luar dugaan. Dengan binar mata yang berbeda dari sebelumnya, mereka menjawab, "Omzet kami naik empat kali lipat, Pak Adji ! Besok kami akan menambah stok makanan lebih banyak lagi."


Aku tekajut wan jawaban kekanakan ini, aku merasa ini ​lebih dari Sekadar Angka

​Kenaikan omzet empat kali lipat tentu sebuah prestasi finansial. Namun, jika kita menyelam lebih dalam secara filosofis, ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar rupiah yang masuk ke kantong mereka.


​Kantin sederhana ini telah bertransformasi menjadi Laboratorium Kewirausahaan. Di sinilah teori-teori manajemen yang dipelajari di dalam kelas bertemu dengan realitas pasar. Di antara aroma pisang goreng dan kepul asap kopi, naluri bisnis mahasiswa ini ditumbuhkan.


​Filosofinya sederhana: Bisnis bukan hanya tentang mencari profit sebesar-besarnya, tapi tentang bagaimana menciptakan nilai (value) melalui pelayanan dan kenyamanan bagi sesama.insan ​FEB UNMUL telah membuktikan bahwa menumbuhkan jiwa entrepreneur tidak bisa hanya dilakukan di atas kertas atau melalui slide presentasi. Ia harus dipraktikkan, dirasakan pahit-getirnya, dan dinikmati proses pertumbuhannya.


​Langkah memoles sebuah ruangan oleh pak dekan dan jajarannya mungkin terasa HALUS bagi sebagian orang. Namun, dampaknya bagi mentalitas mahasiswa adalah sebuah lompatan GONOL Dari sini, kita belajar bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dengan modal raksasa, melainkan dengan niat baik untuk memfasilitasi mimpi-mimpi kecil ( tolong catat ini wal )


​Sebuah langkah kecil dari pimpinan fakultas, telah melahirkan keberanian besar di hati para mahasiswa  Di sudut FEB Unmul itu, kita tidak hanya melihat transaksi jual beli, tapi kita sedang melihat masa depan para pengusaha muda sedang dirajut.


Tapi jangan jua lah gegara ada tim akreditasi internasional, polesan tulus ini menjadi polesan palsu,  umur bangku dan meja nyaman ini hanya 7 hari ditempat nya itu ngarannya MEWALUH..!! (ASE, Pemerhati CBF) 

Komentar